Selasa, 19 Juni 2012

Keterlambatan Berjalan Pada Anak

Pada umumnya orang tua baru sangat menanti-nanti saat-saat anak mereka mulai belajar berjalan. Namun terkadang tidak sedikit pula anak yang terlambat dalam berjalan. Hal ini akan membuat orang tua bingung karenanya. Namun orang tua tidak usah terlalu bingung dengan hal ini mungkin berikut adalah faktor-faktor yang bisa membuat anak-anak terlambat dalam berjalan :
  • Kurangnya keinginan dan Kesempatan.
Jika si kecil tumbuh dan berkembang secara normal terlepas dari keterlambatannya berjalan, mungkin saja si kecil belum cukup memiliki keinginan ataupun kesempatan untuk berjalan.
  • Keluarga dan Lingkungan.
Seorang terapis fisik, Gay Girolani melihat bahwa keluarga dan lingkungan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan. Mungkin Anda memiliki keluarga yang benar-benar sibuk dan sering membiarkan si kecil menghabiskan banyak waktu di atas baby walker. Jika dibiarkan maka kecendrungan ini akan membuat si kecil belajar bangkit dengan cara berjinjit. Dan ketika ia sudah sampai ke tahap berdiri, si kecil akan mengalami kesulitan karena batang tubuh dan otot panggulnya tidak lagi bekerja dengan baik. Karena alasan ini pulalah beberapa ahli tidak merekomendasikan penggunaan baby walker.
  • Selain itu, ada faktor lingkungan lainnya yang juga perlu dipertimbangkan.
Masih menurut Gay, kebanyakan anak memiliki keinginan yang besar untuk bisa berjalan, namun anak yang selalu di gendong atau menggunakan kereta bayi, bisa menyurutkan keinginannya untuk berjalan karena ia tidak melihat adanya alasan untuk mengembangkan kemampuan berjalannya.
  • Hypotoni dan Hypertonia
Hypotonia(kondisi yang ditandai dengan penurunan berat otot) dan Hypertonia (kondisi yang ditandai dengan kenaikan berat otot)  juga dapat membuat anak sulit berjalan. Hypononia menyebabkan seorang anak akan sulit memiliki keseimbangan dan kontrol atas gravitasi. Sebaliknya, hypertonia atau jika ada kelompok otot tertentu aktif maka kemungkinan anak akan memiliki tubuh yang kaku dan sulit mempertahankan keseimbangan.
  • Masalah pada panggul.
Meskipun kasus ini jarang terjadi namun diagnosa dokter menyebutkan bahwa masalah pada panggul juga bisa menjadi penyebab anak tidak berjalan tepat waktu.
  • Keterlambatan berjalan juga bisa diasosiasikan dengan masalah perkembangan mental anak, seperti keterbelakangan mental.
  • Pola asuh.
Orangtua yang cemas akan berusaha merangsang anaknya agar bisa cepat jalan, entah dengan memberikan baby walker atau sepatu berbunyi. Padahal, bila si anak belum siap walaupun dipaksa takkan mau berjalan. “Sebaliknya bila orangtua selalu khawatir anak jatuh dengan sering menggendongnya, hal ini juga akan membuat anak terlambat berjalan. Sebab otot-otot kaki si anak tidak pernah mendapatkan stimulasi untuk bergerak (motorik kasar),” imbuhnya.
Namun selain beberapa faktor tersebut diatas terdapat faktor lain dari kondisi ibu disaat hamil sering mengkonsumsi antidepresan juga bisa mempengaruhi keterlambatan berjalan anak. Namun, keterlambatan berjalan bagi si bayi hingga waktu sebulan itu masih berada dalam kisaran normal. "obat antidepresan ini berdampak pada otak janin di dalam kandungan," tutur dr. Lars henning pedersen, yang melakukan penelitian dampak antidepresan terhadap perkembangan bayi.
Pedersen, yang bertugas di aarhus university hospital, denmark, ini menegaskan bahwa obat penghilang depresi ini kemungkinan tak terlalu berpengaruh terhadap bayi secara keseluruhan.
Tetapi meskipun begitu, ada baiknya para ibu hamil untuk tak terlalu bergantung pada antidepresan untuk menghilangkan depresi mereka. Saat ini, dari enam wanita hamil di amerika serikat, satu orang pasti terdiagnosis mengalami depresi, dan kebanyakan dari mereka ditangani dengan antidepresan.
Kimia otak yang disasar oleh obat-obat antidepresan ini, yang disebut serotonin, berperan dalam menjalankan fungsi-fungsi biologis, mulai dari suasana hati (mood), perhatian, nafsu makan dan perkembangan otak pada umumnya.
Antidepresan tugasnya adalah meningkatkan kadar serotonin untuk membantu menghilangkan gejala depresi, namun belum diketahui pasti bagaimana janin bereaksi terhadap obat-obat ini, atau seberapa lama dampak ini akan hilang. Dalam uji laboratorium, para ilmuwan telah menemukan bahwa antidepresan yang diberikan pada tikus yang hamil telah menekan perilaku eksploratif alami anak keturunannya saat dewasa.
Jika orang tua sangat mengkhawatirkan akan hal ini berikut beberapa saran dari dokter yang bisa di jadikan acuan untukmengatasi hal ini :
  • Jika Anda sangat mencemaskan keterlambatan si kecil dalam berjalan, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memeriksa kesehatannya, termasuk diantaranya pemeriksaan Neurologis, penilaian terhadap fleksibilitas sendi, kekuatan otot dan berbagai gerakan. Perkembangan mental anak juga harus menjadi perhatian penting.
  • Menurut Andrew, seorang anak yang terlambat berjalan, kemungkinan juga terlambat dalam duduk dan merangkak. Namun sayangnya, keterlambatan ini bukanlah hal pertama yang mungkin disadari oleh para orangtua. Jika ini penyebabnya, maka dokter akan melihat jalan anak dalam konteks yang berbeda dan mencari tahu berada dimana ia dalam rangkaian perkembangan motoriknya.
  • Jika dokter tidak bisa mengidentifikasi penyebab si kecil telat berjalan, biasanya dokter akan merekomendasikan beberapa jenis permainan yang melibatkan dorongan dan latihan yang harus dilakukan secara periodik.
  • Dokter juga akan merekomendasikan terapi fisik yang menunjuk seorang profesional terlatih untuk memonitor perkembangan anak Anda.
  • Jika penyebab keterlambatan berjalan sudah diketahui, perawatan yang tepat yang bisa dilakukan berkisar dari terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas hingga operasi untuk memperbaiki masalah fisik yang dialami si kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar